Subscribe to our RSS Feeds

WELCOME


Wednesday, March 18, 2009
SISTEM BASIS DATA

DEFINISI SISTEMBASIS DATA

SISTEM DATABASE adalah suatu sistem
penyusunan dan pengelolaan record-record
dengan menggunakan komputer, dengan
tujuan untuk menyimpan atau merekam serta
memelihara data operasional lengkap sebuah
organisasi/perusahaan, sehingga mampu
menyediakan informasi yang optimal yang
diperlukan pemakai untuk kepentingan proses
pengambilan keputusan.


KOMPONEN SISTEM BASIS DATA
Lebih lanjut lagi, dalam sebuah sistem basis data, secara
lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sbb:
1. Perangkat Keras (Hardware)
2. Sistem Operasi (Operating System)
3. Basis Data (Database)
4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Bisnis
Data (DBMS)
5. Pemakai (User)
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)


ABSTRAKSI DATA
Abstraksi data merupakan tingkatan/level dalam
bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.
Ada 3 level abstraksi data :
-Level Fisik (Physical Level) –Internal Level
-Level Logik/Konseptual (Conceptual Level)
-Level Penampakan (View Level) –External Level
- Physical Level –Internal Level
merupakan level terendah, yang menunjukkan
bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan. Pada
level ini, pemakai melihat data sebagai gabungan dari
struktur dan datanya sendiri.
q Conceptual Level
Menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan
dalam basis data dan hubungannya dengan data yang
lain.
- View Level –External Level
Merupakan level tertinggi, hanya menunjukkan
sebagaian dari basis data sesuai dengan kebutuhan
user, bagi user yang menggunakan terasa sebagai satu
kesatuan data yang kompak.

BAHASA BASIS DATA
Sebuah bahasa basis data (database languange) biasanya
dapat dipilah ke dalam 2 bentuk, yaitu :
- Data Definition Language (DDL), dan
- Data Manipulation Languange (DML).

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru,
membuat indexs, mengubah tabel, menentukan struktur
penyimpanan tabel, dll. Hasil dari kompilasi perintah
DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file
khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary)
- Kamus Data merupakan suatu metadata (superdata)
yaitu data yang mendeskripsikan data sesuangguhnya.
Kamus Data ini selalu diakses dalam suatu operasi basis
data sebelum file data yang sesungguhnya diakses.

DATA MANIPULATION LANGUANGE (DML)
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan
data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat
berupa :
- Penyisipan/penambahan data baru, penghapusan
data dan pengubahan data.
DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan
pemakai untuk mengakses data sebagaimana
direpresentasikan oleh model data
Ada 2 Jenis DML, yaitu :
- Prosedural, yang mensyaratkan agar pemakai
menentukan, data apa yang diinginkan serta
bagaimana cara mendapatkannya.
Contoh: dBaseIII, FoxBase
- Non-Prosedural, yang membuat pemakai
dapat menentukan data apa yang diinginkan
tanpa menyebutkan bagaimana cara
mendapatkannya.
Contoh : SQL

video keroro

Friday, October 24, 2008

video

download

"Sejarah Komputer"

Saturday, October 11, 2008

Komputer ABC, Pionir Komputer Digital yang Terlupakan

Kebanyakan orang mengenal sejarah komputer yang pertama kali dibuat adalah ENIAC. Komputer ENIAC, yang merupakan komputer elektronik yang mempunyai bobot seberat 30 ton, panjang 30 m dan tinggi 2.4 m dan membutuhkan daya listrik 174 kilowatts. Padahal komputer digital pertama sebenarnya adalah ABC (Atanasoff-Berry Computer). Namun ketenarannya menjadi pudar setelah “diserobot” ENIAC. Bagaimana asal mulanya?
Di era teknologi informasi dan komunikasi yang pesat sekarang ini, komputer termasuk salah satu peranti "wajib'' yang tak dapat diabaikan. Kini peranti yang pada dasarnya hanya untuk membantu proses berhitung (to compute) ini telah sangat ampuh dan multiguna. Merampungkan pekerjaan kantor, menikmati musik dan film, hingga nge-game dapat dilakukan menggunakan alat ini. Begitu pula menjelajah internet dan bertukar data antar pengguna yang terpisah jarak ribuan kilometer.
Kemampuan komputer yang beragam ini mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk oleh sang empu yang membuatnya kali pertama. Adalah John Vincent Atanasoff, pionir teknologi komputer digital yang hampir dilupakan orang. Kepeloporan fisikawan Amerika Serikat ini pada teknologi komputer digital telah tertutup oleh gegap gempitanya komputer raksasa ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) di era Perang Dunia II.

Nilai "A" Untuk Semua Bidang Studi

John Vincent Atanasoff (1903-1995), lahir 4 Oktober 1903 di Hamilton, New York, namun dibesarkan di Brewster, Florida. Sejak kecil Atanasoff telah menunjukkan ketertarikannya pada matematika. Anak seorang insinyur listrik ini pun tak mengalami banyak hambatan saat mereguk ilmu di bangku sekolah. Bahkan pendidikan menengahnya (setara SMA) diselesaikannya dalam waktu dua tahun saja.
Selepas itu Atanasoff melenggang ke University of Florida untuk menekuni bidang kelistrikan. Mungkin kekaguman pada sang ayah melandasi pilihannya ini. Di usia 22, dia lulus dengan menggondol gelar Bachelor of Science. Tak main-main, nilainya pun sempurna, A untuk semua bidang studi.
Selanjutnya Atanasoff melanjutkan studi tingkat master di Iowa State College. Di sini Atanasoff menekuni bidang matematika. Tak perlu waktu panjang, Atanasoff merampungkan studinya hanya dalam waktu satu tahun. Gelar master pun ia sabet di usianya yang ke-23 pada 1926.
Seakan tak puas, Atanasoff melanjutkan lagi studinya untuk mencapai tingkat doktor. Kali ini fisika menjadi pilihannya. Selama empat tahun Atanasoff berjuang meneliti seluk beluk helium. Akhirnya pada 1930, dengan mengusung tesis berjudul ``The Dielectric Constant of Helium'' studi formalnya pun rampung. Gelar Ph.D. bidang fisika teori ia peroleh di usia 27 dari University of Wisconsin.

Pengganti Kalkulator

Saat menempuh studi doktornya, Atanasoff sering kali merasa buntu ketika harus menghitung menggunakan kalkulator mekanik. Meski termasuk mesin hitung tercanggih di era itu, Atanasoff merasa bahwa harus ada solusi lain untuk menggantikan kalkulator tersebut.
Pada 1936, Atanasoff berhasil membuat kalkulator analog. Alat ini dibuatnya setelah mempelajari cara kerja kalkulator mekanik Monroe dan mengkanibalnya serta menggabungkannya dengan tabung IBM. Alat hitung analog ini dapat bekerja baik. Meski demikian, hal itu tak memuaskannya.
Keterbatasan sistem mekanik dan analog membuat Atanasoff berpikir untuk menggunakan pendekatan digital. Namun, ide ini ternyata tak mudah dilaksanakan. Setelah hampir satu tahun mencoba mengimplementasikan gagasannya, Atanasoff merasa menemukan jalan buntu. Puncaknya terjadi saat musim dingin pada 1937.
Setelah penat berkutat di laboratorium, Atanasoff bermaksud mendinginkan otaknya agar tak ``meledak'' hanya gara-gara buntu pikiran. Ia pun segera mengambil mobilnya dan menyusuri jalan sambil menyegarkan diri. Namun tak dinyana, saat berkendara itu ternyata otaknya terus bekerja dan tak bisa berhenti memikirkan masalah yang sedang dikerjakannya. Hingga tak terasa telah lebih dari 300 km panjang jalan yang ditelusurinya.
Akhirnya Atanasoff memutuskan untuk berhenti di sebuah kedai. Di saat sedang rileks itulah Atanasoff menerima "pencerahan' '. Berbagai ide segar datang silih berganti menari-nari di otaknya. Salah satunya adalah matematika binari dan logika Boolean. Solusi itu dianggapnya pas untuk komputer digital yang sedang dirancangnya.
"Oleh-oleh'' berharga buah dari perjalanan ke Rock Island itu pun segera dimatangkannya. Pada September 1939, Atanasoff mendapat suntikan dana sebesar 650 dolar AS. Selain itu, ia pun mendapat bantuan tenaga dan pikiran dari Clifford Berry, salah satu mahasiswanya yang sama-sama gandrung akan solusi digital.

Komputer ABC

Atanasoff dan Berry segera mewujudkan komputer impian mereka pada November 1939. Prototipe yang mereka buat ternyata dapat bekerja. Atanasoff menamakan mesin hitung digitalnya itu dengan ABC. Kependekan dari Atanasoff-Berry Computer.
Lebih dari sekadar dapat bekerja, ABC pun ternyata lebih unggul dari mesin hitung lain yang ada saat itu. Ini dibuktikannya dengan mampu menyelesaikan 29 persamaan linear secara bersamaan. Dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mendapatkan penyelesaiannya dari ABC dibanding mesin hitung lain.
Namun, bila dibandingkan komputer modern saat ini, ABC sangatlah "primitif''. Ia tak dilengkapi dengan CPU (central processing unit). ABC hanya menggunakan tabung hampa (vacuum tube) untuk mempercepat proses kalkulasi. Salah satu hal dari ABC yang tetap diterapkan pada komputer modern adalah pemisahan memori dari bagian komputasi. Ini seperti halnya memori DRAM sekarang.
Pada Desember 1940, dalam sebuah pertemuan ilmiah di Philadelphia, Atanasoff berkenalan dengan John Mauchly. Mauchly termasuk salah seorang pembicara yang tampil untuk mendemonstrasikan kalkulator analog penganalisis data cuaca. Pada perkenalannya itu Atanasoff menceritakan penemuan mesin ABC-nya pada Mauchly. Atanasoff pun mengundang Mauchly untuk mengunjunginya di Iowa.
Selesai pertemuan, Atanasoff bersama Berry mampir di Washington untuk mengunjungi kantor paten. Mereka mencoba meyakinkan kantor paten bahwa konsep yang diterapkan pada ABC benar-benar yang pertama. Ternyata benar! Meski demikian, keduanya tak segera mematenkan ABC.

"Diserobot" ENIAC

Meski ABC telah terbukti menjadi solusi alternatif untuk menggantikan kalkulator, namun Atanasoff tak pernah sempat menyempurnakannya. Panggilan negara yang membutuhkan tenaganya saat Perang Dunia mengharuskannya meninggalkan Iowa. Mesin ABC yang berbobot ratusan kilogram tak mungkin digotong ke tempat kerjanya yang baru di Washington. Pengurusan paten ABC pun dipercayakannya kepada pegawai administrasi di kampus Iowa. Namun, tampaknya hal ini tak pernah dilaksanakan oleh sang pegawai.
Di sisi lain, Mauchly semakin sering mengunjungi Atanasoff. Kunjungan itu dimulai pada 1941 dan Mauchly mendapat kesempatan melihat ABC. Ia pun mendapat banyak ide dari Atanasoff. Sebagai sesama peneliti, Atanasoff tentu senang mendiskusikan berbagai hal kepada Mauchly. Ia pun tak pernah ragu mengungkap berbagai konsep brilian yang dimilikinya. Namun, selama kunjungannya itu Mauchly tak pernah menyebutkan kalau ia sedang mengerjakan suatu proyek komputer untuk dirinya sendiri.
Belakangan Mauchly berhasil membuat ENIAC. Sebuah komputer raksasa untuk Angkatan Darat AS. Atas karyanya ini, Mauchly tak pernah menyebut Atanasoff sebagai sumber inspirasinya. Begitu pun kenyataan bahwa Mauchly menyerap banyak ilmu dari Atanasoff. Pada akhirnya masyarakat menjadi lebih mengenal ENIAC sebagai komputer digital pertama, bukannya ABC.

Pertempuran di Pengadilan

Namun, rupanya kebenaran tak pernah bisa disembunyikan. Kepeloporan Atanasoff pada solusi digital terungkap saat terjadi sengketa hak paten ENIAC antara Honeywell Inc. dan Sperry Rand yang membeli hak paten atas ENIAC dari Mauchly pada 1951. Pertempuran keduanya di pengadilan baru tuntas pada 19 Oktober 1973 saat hakim menyatakan bahwa paten atas ENIAC adalah tidak benar dan Mauchly (bersama J. Presper Eckert) bukanlah pioner komputer digital elektronik. Selain itu, hakim juga menyatakan bahwa Mauchly bukanlah pemilik ide yang asli, tetapi mendapatkannya dari Dr John Vincent Atanasoff.

Meski keputusan itu secara tidak langsung ikut memberi “kemenangan” pada Atanasoff, namun kebanyakan orang masih menganggap ENIAC sebagai komputer digital pertama. Mungkin ini disebabkan karena persengketaan itu kalah pamor dibandingkan kasus Watergate yang melibatkan Presiden Nixon. ABC tetap tak banyak dikenal hingga Atanasoff tutup usia pada 15 Juni 1995.***